KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari mencatat pencapaian signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Unit Sinergi Kampus (USK) lembaga strategis universitas berhasil meraih akreditasi institusional dengan peringkat B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada periode evaluasi Februari hingga Maret 2026. Keputusan ini menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan yang berkomitmen untuk terus meningkatkan standar akademik dan operasional di kawasan Sulawesi Tenggara.
Pengumuman resmi status akreditasi tersebut disampaikan melalui surat keputusan BAN-PT nomor 124/SK-BAN-PT/Akr/Inst/II/2026 yang diterima langsung oleh pimpinan universitas pada Rabu, 9 April 2026. Penghargaan akreditasi institusional B ini merefleksikan kerja keras tim internal dan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
### Sejarah Panjang Upaya Akreditasi
Perjalanan menuju pencapaian akreditasi institusional B bukanlah proses singkat. Universitas Muhammadiyah Kendari telah berupaya sejak lima tahun terakhir untuk memenuhi standar akreditasi nasional yang semakin ketat. Unit Sinergi Kampus, yang didirikan pada 2019 sebagai pusat koordinasi pengembangan institusional, memainkan peran sentral dalam mempersiapkan dokumen akreditasi dan memperkuat infrastruktur akademik universitas.
“Kami memulai dari posisi yang cukup menantang ketika pertama kali mengajukan akreditasi institusional pada 2021. Pada waktu itu, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kualifikasi dosen, hingga perbaikan infrastruktur fisik dan digital. Namun, dengan visi yang jelas dan kerja tim yang solid, kami berhasil terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Dr. Muhammad Ridho, S.Pd., M.Ed., Kepala Unit Sinergi Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Kamis, 13 April 2026.
Menurut Dr. Ridho, pencapaian akreditasi B kali ini merupakan hasil dari investasi besar-besaran dalam pengembangan sumber daya manusia dan fasilitas pendidikan. Universitas telah mengalokasikan lebih dari 12 miliar rupiah dalam tiga tahun terakhir untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen, pembaruan peralatan laboratorium, dan digitalisasi sistem manajemen akademik.
### Aspek-Aspek Pendorong Kesuksesan Akreditasi
Kesuksesan meraih akreditasi institusional B didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap sepuluh standar akreditasi institusional. Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan pencapaian memuaskan terutama dalam standar tata kelola dan kerjasama, serta visi, misi, tujuan dan strategi. Namun, tim evaluator BAN-PT juga memberikan rekomendasi konstruktif untuk terus meningkatkan beberapa aspek menuju kategori A di masa depan.
Prof. Dr. Bustami Saleh, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini sekaligus menetapkan target ambisius untuk masa depan. “Akreditasi B adalah prestasi yang membanggakan, tetapi kami tidak puas dengan capaian ini. Rencana strategis kami ke depan adalah mencapai akreditasi institusional A dalam lima tahun ke depan. Untuk itu, kami akan terus menginvestasikan sumber daya pada pengembangan riset, penguatan kemitraan internasional, dan peningkatan kesejahteraan sivitas akademika,” jelas Prof. Bustami dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Rektorat pada 12 April 2026.
Lebih lanjut, Prof. Bustami menjelaskan bahwa akreditasi institusional B membuka peluang bagi universitas untuk memperkuat posisi kompetitif di tingkat nasional dan regional. “Dengan akreditasi B, kami telah membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari adalah institusi pendidikan yang kredibel dan dapat dipercaya. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, mitra industri, dan pemerintah terhadap lulusan kami,” tambahnya.
### Peran Unit Sinergi Kampus dalam Pencapaian Akreditasi
Unit Sinergi Kampus berperan sebagai jantung administratif dalam persiapan akreditasi institusional. Lembaga ini bertanggung jawab mengkoordinasikan seluruh aspek penyiapan dokumen, melakukan verifikasi data, dan memastikan semua standar akreditasi terpenuhi dengan baik. Tim USK yang terdiri dari 24 staf profesional bekerja intensif selama delapan bulan untuk mengompilasi data dan informasi dari berbagai unit kerja di universitas.
“Proses akreditasi sangat mendetail dan memerlukan koordinasi lintas departemen. Kami harus memastikan setiap data yang disajikan akurat, terukur, dan didukung dengan dokumentasi lengkap. Unit Sinergi Kampus bertugas sebagai koordinator utama yang memfasilitasi seluruh proses ini,” jelas Dr. Nurul Amal, S.E., M.M., Wakil Kepala USK bagian Data dan Informasi, dalam kunjungan redaksi ke kantor USK pada 11 April 2026.
Selama proses akreditasi, tim USK melakukan 15 kali rapat koordinasi dengan fakultas, lembaga penelitian, bagian kemahasiswaan, dan pusat layanan universitas lainnya. Mereka juga melakukan workshop internal untuk meningkatkan pemahaman seluruh sivitas akademika tentang pentingnya standar akreditasi dan kontribusi masing-masing unit dalam pencapaian target akreditasi.
“Pendekatan kami adalah mengintegrasikan akreditasi sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari, bukan hanya sebagai persyaratan administratif sesaat. Kami ingin semua pegawai dan dosen memahami bahwa peningkatan mutu adalah tanggung jawab bersama,” ujar Dr. Ridho dengan penuh semangat.
### Dampak Akreditasi pada Ekosistem Akademik
Pencapaian akreditasi institusional B diproyeksikan akan membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan kampus. Pertama, dari perspektif akademik, akreditasi ini meningkatkan kredibilitas gelar yang dikeluarkan universitas di mata pemerintah, industri, dan masyarakat internasional. Hal ini akan meningkatkan daya saing lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari di pasar tenaga kerja nasional dan global.
Kedua, dari sisi administratif, akreditasi B membuka akses bagi universitas untuk mengikuti berbagai program pengembangan tingkat nasional yang sebelumnya terbatas hanya untuk institusi terakreditasi. Universitas kini dapat mengajukan diri sebagai calon peserta Program Hibah Kemitraan Riset Universitas dengan Industri, Program Peningkatan Kompetensi Dosen Melalui Pendidikan Doktor, dan berbagai skema pendanaan strategis lainnya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Ketiga, dari dimensi kemitraan, akreditasi institusional memberikan sinyal positif kepada universitas lain, baik lokal maupun internasional, untuk berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari. Beberapa universitas di Makassar dan Manado telah mengekspresikan minat untuk menjalin kerjasama dalam bentuk pertukaran dosen, kolaborasi riset, dan program double degree setelah universitas meraih akreditasi B ini.
Dr. Andi Pratama, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, optimis akreditasi ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan program studi di fakultasnya. “Dengan status terakreditasi B, program studi teknik kami memiliki posisi yang lebih kuat dalam negosiasi kerjasama dengan perusahaan-perusahaan engineering dan infrastruktur. Kami sudah mendapat interest dari tiga perusahaan konstruksi besar untuk membuka program magang dan rekrutmen khusus bagi mahasiswa kami,” ungkapnya dengan antusias.
### Rekomendasi Evaluator dan Rencana Tindak Lanjut
Meski meraih akreditasi B, tim evaluator BAN-PT memberikan sejumlah rekomendasi konstruktif untuk perbaikan berkelanjutan. Rekomendasi utama mencakup: peningkatan kapasitas penelitian dan publikasi dosen, penguatan kolaborasi internasional, perbaikan sarana dan prasarana laboratorium tertentu, serta peningkatan sistem jaminan mutu internal yang lebih sistematis dan terukur.
Untuk merespons rekomendasi ini, Unit Sinergi Kampus telah merancang Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang komprehensif dengan target pencapaian yang jelas. RTL mencakup lima area utama: (1) peningkatan penelitian dan publikasi melalui alokasi dana penelitian yang lebih besar dan pelatihan penulisan paper internasional; (2) penguatan kerjasama internasional melalui pembukaan kantor koordinasi akademik di universitas partner di Malaysia dan Thailand; (3) modernisasi laboratorium dengan investasi peralatan baru senilai 8 miliar rupiah; (4) pengembangan sistem quality assurance berbasis digital; dan (5) peningkatan kesejahteraan dan pengembangan karir sivitas akademika.
“Kami tidak hanya menerima akreditasi B sebagai pencapaian final, tetapi sebagai fondasi untuk terus berkembang menuju akreditasi A. Rencana tindak lanjut kami sangat ambisius namun realistis. Kami telah mengidentifikasi sumber pembiayaan dan membuat timeline yang jelas untuk setiap kegiatan,” jelas Dr. Ridho ketika menunjukkan dokumen RTL kepada penulis.
### Dukungan Organisasi Muhammadiyah dan Pemerintah Lokal
Pencapaian akreditasi institusional B juga didorong oleh dukungan kuat dari Organisasi Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Tenggara dan pemerintah daerah Kota Kendari. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, dalam siaran pers khusus, memuji dedikasi universitas dan berkomitmen terus mendukung pengembangan institusi pendidikan anggaran Muhammadiyah di kawasan ini.
“Universitas Muhammadiyah Kendari adalah aset berharga bagi Muhammadiyah dan masyarakat Sulawesi Tenggara. Pencapaian akreditasi B ini membuktikan bahwa dengan manajemen profesional dan dedikasi, universitas islam dapat berkembang dan bersaing dengan institusi pendidikan terkemuka. Organisasi Muhammadiyah akan terus memberikan dukungan penuh untuk pengembangan universitas ini,” kata Drs. H. Muhammad Syaiful, M.M., Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, dalam pernyataan tertulis kepada media, 10 April 2026.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Muzakkar, juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Melalui Sekretaris Daerah, gubernur menyatakan bahwa akreditasi institusional B Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia regional.
### Perspektif Mahasiswa dan Alumni
Dari perspektif mahasiswa, akreditasi institusional B memberikan kepuasan tersendiri. Mereka merasa bangga bahwa universitas tempat mereka menuntut ilmu telah mendapat pengakuan resmi dari lembaga akreditasi nasional. Beberapa mahasiswa semester akhir mengungkapkan bahwa akreditasi ini meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam memasuki pasar kerja.
“Ketika saya melamar kerja di beberapa perusahaan, mereka langsung bertanya apakah universitas saya sudah terakreditasi. Dengan status akreditasi B ini, saya merasa lebih percaya diri dan yakin bahwa gelar saya akan diterima dengan baik oleh calon pemberi kerja,” ujar Siti Nurhaliza, mahasiswa Angkatan 2022 Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara singkat pada 12 April 2026.
Sementara itu, alumni yang telah bekerja di berbagai perusahaan dan organisasi pemerintah juga mengapresiasi pencapaian ini. Mereka melihat bahwa akreditasi akan meningkatkan positioning universitas dan secara tidak langsung meningkatkan nilai gelar yang mereka miliki.
### Perspektif Ke Depan dan Visi Jangka Panjang
Melihat ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki visi yang ambisius untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. Dalam Rencana Strategis Jangka Menengah 2026-2031, universitas menargetkan peningkatan dari akreditasi B menjadi A dalam lima tahun, peningkatan jumlah program studi yang terakreditasi, ekspansi kerjasama internasional, dan peningkatan signifikan dalam produksi riset dan publikasi ilmiah.
“Akreditasi B adalah milestone penting, tetapi bukan destinasi akhir. Kami memiliki kapasitas untuk mencapai akreditasi A. Pertanyaannya hanya: kapan? Dengan dukungan stakeholder yang kuat, investasi yang tepat, dan manajemen yang profesional, saya yakin kami bisa mencapai akreditasi A dalam waktu lima tahun,” tegas Prof. Bustami dengan penuh keyakinan.
Untuk mencapai visi tersebut, universitas telah merancang roadmap yang jelas meliputi: peningkatan kualifikasi akademik dosen (target 80% bergelar doktor pada 2031), peningkatan output riset dan publikasi internasional (target 100 artikel per tahun di jurnal terakreditasi internasional), ekspansi program mag