Kendari — Dalam rangka meningkatkan sinergi antar organisasi mahasiswa dan memperkuat peran advokasi di tingkat kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unit Sinergi Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) Organisasi Mahasiswa pada hari Kamis, 19 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan lebih dari 150 peserta yang merepresentasikan berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Musyawarah Besar tersebut menjadi platform penting bagi seluruh organisasi mahasiswa untuk merancang program kerja berkelanjutan, membahas isu-isu strategis, serta membangun komitmen bersama dalam mendukung visi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan berkualitas dan berintegritas.
Latar Belakang dan Pentingnya Musyawarah Besar
Unit Sinergi Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berfungsi sebagai pusat koordinasi organisasi mahasiswa, telah mengidentifikasi kebutuhan akan forum komunikasi yang lebih intens dan terstruktur. Menurut catatan panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk mengintegrasikan visi misi seluruh organisasi mahasiswa dengan tujuan pengembangan kampus secara keseluruhan.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki lebih dari 30 organisasi mahasiswa yang tersebar di berbagai unit dan departemen. Setiap organisasi memiliki peran unik dalam pengembangan karakter mahasiswa, baik dari aspek akademik, keterampilan, maupun kepribadian,” jelas Riyanto, Koordinator Unit Sinergi Kampus, dalam pembukaannya pada Jumat pagi (18 April 2026).
Peserta Musyawarah Besar mencakup pengurus BEM pusat, ketua-ketua organisasi ekskurikuler seperti Unit Kesenian Mahasiswa (UKM) Seni Budaya, UKM Olahraga, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dari berbagai fakultas, organisasi keagamaan, organisasi sosial, hingga media kampus. Kehadiran yang meluas ini menunjukkan antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam pengembangan kehidupan kampus.
Agenda Utama dan Topik Pembahasan
Musyawarah Besar dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Syamsul Alam, M.Pd., yang menekankan pentingnya peran organisasi mahasiswa dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. “Organisasi mahasiswa bukan sekadar penambah pengalaman berorganisasi, tetapi juga instrumen penting dalam mengembangkan kepemimpinan dan integritas. Saya berharap hasil dari Mubes ini dapat menjadi landasan yang kuat untuk aksi nyata selama tahun akademik 2025-2026,” ujar Prof. Syamsul dalam pidatonya yang penuh penekanan.
Pada sesi pertama, BEM mempresentasikan hasil evaluasi program kerja tahun sebelumnya beserta rencana strategis untuk periode kepemimpinan baru. Ketua BEM 2025-2026, Fauziah Rahman, menyampaikan bahwa fokus utama tahun ini adalah peningkatan kesejahteraan mahasiswa, penguatan literasi digital, dan pengembangan program advokasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
“Kami telah mengidentifikasi beberapa isu krusial yang perlu ditangani secara serius. Di antaranya adalah keterjangkauan biaya pendidikan, kualitas layanan akademik, fasilitas kampus yang masih perlu ditingkatkan, dan juga pemberdayaan mahasiswa dalam bidang entrepreneur dan inovasi,” ungkap Fauziah, 22 tahun, mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial ini.
Selanjutnya, setiap organisasi mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan program kerja dan kebutuhan mereka. HMPS Teknik Informatika mengusulkan program peningkatan kompetensi digital mahasiswa melalui workshop dan seminar industri. Sementara itu, HMPS Kesehatan Masyarakat mengajukan program pengabdian masyarakat terkait edukasi kesehatan di daerah terpencil di sekitar Kendari.
UKM Seni Budaya, yang dipimpin oleh Aqila Putri Septiana, menghadirkan proposal untuk revitalisasi kesenian tradisional Sulawesi Tenggara. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai kesenian modern, tetapi juga menghargai dan melestarikan warisan budaya lokal. Program kami akan melibatkan kolaborasi dengan seniman lokal dan komunitas seni di Kendari,” jelas Aqila dengan antusias.
Pada sesi kedua, diskusi difokuskan pada peningkatan efektivitas komunikasi dan kolaborasi antar organisasi. Peserta Mubes bersepakat untuk membentuk koordinasi lintas organisasi yang lebih terstruktur, dengan mekanisme komunikasi reguler melalui platform digital dan pertemuan tatap muka setiap bulan.
Dukungan Pimpinan Kampus
Dr. H. Muhammad Yusuf Samsu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan, memberikan sambutan khusus yang menekankan komitmen pimpinan kampus terhadap pengembangan organisasi mahasiswa. “Universitas Muhammadiyah Kendari sangat menghargai peran organisasi mahasiswa. Kami akan terus mendukung melalui pendanaan yang memadai, fasilitas yang layak, dan pembinaan yang berkelanjutan,” jelas Dr. Muhammad Yusuf.
Lebih lanjut, Dr. H. Bambang Suryono, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, memberikan wawasan tentang kebijakan kemahasiswaan terbaru. “Kami sedang mempersiapkan revisi Peraturan Akademik yang akan memberikan ruang lebih besar bagi mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi. Organisasi mahasiswa akan menjadi mitra strategis kami dalam implementasi kebijakan-kebijakan tersebut,” katanya.
Dukungan ini diterima dengan positif oleh peserta Mubes, yang menganggap ini sebagai bukti nyata komitmen pimpinan kampus terhadap pengembangan mahasiswa secara holistik.
Program-Program Inovatif yang Direncanakan
Dari hasil Musyawarah Besar, teridentifikasi beberapa program inovatif yang akan dijalankan bersama oleh organisasi mahasiswa sepanjang tahun 2026:
Pertama, Program “Kampus Berdaya” yang merupakan inisiatif kolaboratif untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mahasiswa. Program ini akan menyelenggarakan serangkaian workshop, webinar, dan pelatihan dalam berbagai bidang mulai dari kepemimpinan, public speaking, digital marketing, hingga keterampilan teknis sesuai program studi.
Kedua, Program “Jantung Sosial” yang fokus pada pengabdian masyarakat. Organisasi mahasiswa akan mengorganisir kegiatan-kegiatan sosial regular di kelurahan-kelurahan sekitar kampus, dengan program yang variatif mulai dari pendidikan anak, pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga, hingga kesehatan masyarakat.
Ketiga, Program “Mahasiswa Berinovasi” yang akan memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide bisnis dan produk inovatif. Melalui program ini, mahasiswa akan mendapatkan mentoring, pendanaan awal, dan koneksi dengan praktisi industri.
Keempat, Program “Harmoni Kampus” yang dirancang untuk meningkatkan kohesi sosial dan mengatasi potensi konflik antar organisasi atau kelompok mahasiswa. Program ini akan melibatkan kegiatan pembangun tim, diskusi dialog, dan acara kebersamaan regular.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun antusiasme peserta Mubes sangat tinggi, beberapa tantangan juga teridentifikasi. Keterbatasan anggaran, overlapping program kerja antar organisasi, dan masalah keaktifan anggota menjadi beberapa isu yang perlu diselesaikan bersama.
“Kami menyadari bahwa tidak semua organisasi memiliki sumber daya yang sama. Oleh karena itu, BEM akan berusaha menjadi fasilitator yang membantu organisasi-organisasi yang memiliki keterbatasan,” ujar Fauziah Rahman.
Sementara itu, Riyanto dari Unit Sinergi Kampus menambahkan bahwa pihak kampus juga akan lebih responsif terhadap kebutuhan organisasi mahasiswa. “Kami akan mengadakan focus group discussion (FGD) dengan masing-masing organisasi untuk memahami kebutuhan spesifik mereka. Dari sini, kami bisa merancang dukungan yang lebih targeted dan efektif,” jelasnya.
Penutupan dan Komitmen Bersama
Musyawarah Besar ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh semua peserta. Dokumen komitmen ini berisi kesepakatan untuk:
1. Menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan etika kampus
2. Berkolaborasi dan saling mendukung antar organisasi
3. Mengutamakan kepentingan mahasiswa dan kampus di atas kepentingan organisasi individual
4. Melaksanakan program kerja dengan profesional dan akuntabel
5. Secara regular melaporkan perkembangan program kepada Unit Sinergi Kampus
Pengurus BEM yang baru, dipimpin oleh Fauziah Rahman, dianggap memiliki potensi besar untuk membawa organisasi mahasiswa ke level yang lebih baik. Tim ini terdiri dari tokoh-tokoh muda berbakat dari berbagai program studi dan organisasi mahasiswa, yang membawa perspektif fresh dan semangat tinggi.
“Tahun 2026 adalah tahun transformasi bagi organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami yakin bahwa dengan sinergi yang kuat, dukungan pimpinan kampus, dan komitmen bersama, mahasiswa akan mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi pengembangan kampus dan masyarakat luas,” tutup Fauziah penuh optimisme.
Hingga menutup Musyawarah Besar pada hari Jumat sore (19 April 2026), peserta meninggalkan venue dengan membawa energi positif dan komitmen konkret untuk mewujudkan rencana-rencana strategis yang telah disusun bersama. Momen ini diyakini akan menjadi titik balik dalam sejarah organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, menuju ekosistem kemahasiswaan yang lebih dinamis, responsif, dan berdampak.