KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Sinergi Kampus (USK) menggelar rangkaian acara akademik berskala internasional pada Senin, 7 April 2026. Kegiatan yang melibatkan puluhan mahasiswa dan dosen ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi bidang keahlian serta memperluas wawasan keilmuan di era digital.
Acara yang diselenggarakan di Aula Auditorium Blok D Kampus USK Jalan Beo No. 45, Kendari ini menampilkan tiga rangkaian kegiatan utama, yakni seminar nasional bertajuk “Transformasi Digital dan Entrepreneurship di Era Society 5.0”, webinar internasional dengan pembicara dari Universitas Teknologi Malaysia, serta kuliah umum yang menghadirkan praktisi industri dari Jakarta. Penyelenggaraan acara akademik terintegrasi ini merupakan komitmen kampus dalam mempersiapkan generasi muda yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.
Latar Belakang dan Tujuan Strategis
Unit Sinergi Kampus, sebagai embrio kolaborasi berbagai fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari, memiliki visi menjadi pusat pengembangan inovasi akademik dan entrepreneurship yang berdampak bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Dalam enam bulan terakhir, unit ini telah mengembangkan program akselerasi bisnis digital dan pusat inkubasi startup yang melibatkan lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
“Unit Sinergi Kampus didirikan untuk menjembatani kesenjangan antara akademik dan industri. Kami percaya bahwa mahasiswa tidak hanya perlu pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dan koneksi dengan para profesional di bidangnya,” ujar Dr. Ir. Hendra Wijaya, Ketua Unit Sinergi Kampus, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Jumat, 4 April 2026.
Rangkaian acara pada 7 April ini dirancang sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem inovasi di kampus. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka dari berbagai institusi, USK bertujuan memberikan inspirasi dan pengetahuan praktis kepada para peserta mengenai peluang dan tantangan dunia bisnis digital modern.
Seminar Nasional: Transformasi Digital dan Entrepreneurship
Acara dimulai pukul 08.30 pagi dengan pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Muhammad Ikram, M.Si. Seminar nasional pertama mengangkat tema “Transformasi Digital dan Entrepreneurship di Era Society 5.0” yang menjadi fokus utama dalam mengidentifikasi peluang usaha di tengah revolusi industri 4.0 dan transisi menuju Society 5.0.
Pembicara utama seminar ini adalah Dr. Bambang Sutrisno, seorang ahli digital marketing dan founder dari PT. Solusi Digital Indonesia, perusahaan konsultan teknologi yang telah membantu lebih dari 500 UMKM di Indonesia melakukan transformasi digital. Dr. Sutrisno membagikan studi kasus nyata tentang bagaimana bisnis tradisional di Sulawesi Tenggara dapat memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.
“Saya melihat potensi luar biasa di Sulawesi Tenggara, khususnya di sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata. Teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki kesempatan emas untuk menjadi pelopor transformasi digital di daerahnya,” jelas Dr. Sutrisno dalam presentasinya yang berlangsung selama 90 menit.
Selain itu, seminar juga menghadirkan Ibu Siti Nurhaliza Hermawan, seorang entrepreneur muda dan pemilik platform e-commerce khusus produk lokal “Sultra Connect”. Pengalamannya membangun bisnis dari nol hingga mencapai omset Rp 2 miliar per tahun menjadi inspirasi bagi peserta seminar. Ibu Siti berbagi tentang pentingnya identifikasi peluang pasar, branding yang kuat, dan customer service excellence dalam dunia bisnis digital.
“Ketika saya memulai Sultra Connect pada 2022, banyak yang meragukan. Namun, saya yakin produk lokal Sulawesi Tenggara memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk dari daerah lain. Kunci kesuksesan adalah konsistensi, inovasi, dan berani mengambil risiko yang terukur,” ungkap Ibu Nurhaliza yang juga lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari tahun 2020.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab. Mahasiswa bertanya mengenai modal awal, strategi pemasaran, hingga penanggulangan risiko bisnis. Suasana interaktif ini menunjukkan tingginya minat generasi muda Kendari terhadap dunia kewirausahaan digital.
Webinar Internasional: Kolaborasi Akademik Global
Memasuki pukul 11.00, acara beralih ke webinar internasional dengan pembicara dari luar negeri. USK menghadirkan Prof. Dr. Azrul Hassan, Associate Professor di Fakultas Teknik Universitas Teknologi Malaysia (UTM), sekaligus koordinator program kerja sama Asia Tenggara dalam bidang inovasi teknologi berkelanjutan.
Webinar yang berlangsung secara hybrid ini menampilkan judul “Sustainable Innovation and Green Technology: Opportunities for Southeast Asian Emerging Markets”. Prof. Azrul menyampaikan tren teknologi hijau yang sedang berkembang di Asia Tenggara dan peluang kolaborasi akademik serta penelitian antara universitas di Indonesia dengan institusi di Malaysia.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki lokasi strategis untuk penelitian terkait sumber daya laut dan energi terbarukan. Kami sangat terbuka untuk melakukan joint research dan student exchange program dengan kampus Anda,” kata Prof. Azrul dalam bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan oleh tim USK.
Webinar ini dihadiri oleh lebih dari 350 peserta secara daring, tidak hanya dari Kendari tetapi juga dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Peserta termasuk mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi industri teknologi hijau. Platform yang digunakan adalah kombinasi Zoom dan sistem streaming internal universitas untuk memastikan aksesibilitas yang luas.
Sebagai bagian dari webinar, USK juga menampilkan showcase hasil penelitian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam bidang energi terbarukan dan teknologi berkelanjutan. Tiga proyek terbaik mendapat apresiasi langsung dari Prof. Azrul dan akan memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kerjasama internasional.
Kuliah Umum: Insight Praktisi Industri
Sesi ketiga dimulai pukul 14.00 dengan kuliah umum yang menghadirkan praktisi dari industri kreatif dan teknologi. Pembicara utama adalah Budi Setiawan, seorang product manager senior di salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Jakarta yang telah mengembangkan aplikasi mobile dengan jutaan pengguna aktif.
Budi membagikan perjalanan karirnya dari mahasiswa biasa hingga menjadi profesional di perusahaan teknologi multinasional. Kuliah umumnya berfokus pada “Soft Skills dan Career Development: Mempersiapkan Diri untuk Industri 4.0”. Ia menekankan bahwa di era kompetitif saat ini, kemampuan teknis saja tidak cukup; mahasiswa juga harus mengembangkan hard skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi.
“Saya telah merekrut ratusan talent selama 10 tahun terakhir. Yang membedakan kandidat biasa dari kandidat luar biasa bukan hanya IPK atau sertifikat, tetapi attitude, curiosity, dan kemampuan mereka untuk terus belajar dan berkembang,” terang Budi dengan gaya yang santai namun informatif.
Budi juga berbagi tips konkret tentang cara membuat portfolio yang menarik, cara networking yang efektif di era digital, dan bagaimana memanfaatkan platform seperti LinkedIn untuk pengembangan karir. Peserta yang hadir, sebagian besar mahasiswa tahun ketiga dan keempat, terlihat sangat antusias mencatat dan merekam setiap poin penting dari paparan ini.
Respon Pimpinan Universitas dan Signifikansi Acara
Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Rektor Prof. Dr. Muhammad Ikram mengapresiasi inisiatif Unit Sinergi Kampus dalam menyelenggarakan rangkaian acara akademik kaliber internasional ini. “Ini adalah bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” kata Prof. Ikram.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Eka Putri Rahmawati, M.Pd., juga memberikan dukungan penuh terhadap program-program inovatif dari USK. “Kolaborasi dengan institusi internasional seperti Universitas Teknologi Malaysia menunjukkan bahwa kampus kami tidak tertinggal dalam hal akses terhadap pengetahuan dan jaringan global. Kami berharap acara ini menjadi awal dari berbagai kerjasama yang lebih luas lagi,” tambah Dr. Eka.
Respons dari peserta juga sangat positif. Riyan Pratama, mahasiswa tahun ketiga Prodi Teknik Informatika, mengungkapkan bahwa acara ini memberikan perspektif baru tentang karir dan peluang bisnis yang belum pernah ia ketahui sebelumnya. “Saya sangat terinspirasi oleh cerita Ibu Nurhaliza tentang membangun bisnis digital dari lokal. Saya mulai berpikir untuk mengembangkan aplikasi yang bisa membantu UMKM di Kendari,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Dr. Hendra Wijaya menjelaskan bahwa acara pada 7 April ini hanyalah permulaan dari rangkaian kegiatan yang akan terus dikembangkan. “Kami sedang merancang program magang internasional dengan UTM, akselerasi startup dengan mentorship dari praktisi industri, serta program beasiswa untuk mahasiswa berprestasi yang ingin melanjutkan studi atau melakukan riset kolaboratif,” ungkapnya dengan antusias.
Dampak Jangka Panjang dan Prospek ke Depan
Penyelenggaraan rangkaian acara akademik ini diharapkan membawa dampak jangka panjang bagi ekosistem pendidikan dan inovasi di Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, acara ini meningkatkan visibilitas kampus di tingkat nasional dan internasional, khususnya dalam hal pengembangan entrepreneurship dan inovasi teknologi berkelanjutan.
Kedua, kolaborasi yang dibangun dengan institusi internasional seperti UTM membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan pertukaran akademik, joint research, dan publikasi ilmiah internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ranking akademik universitas di berbagai lembaga akreditasi internasional.
Ketiga, dari perspektif entrepreneurship, acara ini telah mengidentifikasi beberapa ide bisnis yang potensial dari mahasiswa dan menjadi benih bagi pembentukan startup baru. Unit Sinergi Kampus telah menyediakan inkubasi dan akselerasi bisnis untuk ide-ide terbaik dengan didukung pendanaan awal dan mentorship dari praktisi berpengalaman.
Keempat, acara ini juga memperkuat jaringan alumni dan industri di Sulawesi Tenggara. Kehadiran pengusaha sukses seperti Ibu Siti Nurhaliza dan profesional dari Jakarta menciptakan koneksi berharga bagi mahasiswa dalam membangun karir mereka di masa depan.
Penutup
Rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan Unit Sinergi Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 menunjukkan komitmen institusi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pasar kerja global. Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang—dari entrepreneur muda lokal hingga akademisi internasional—acara ini berhasil menciptakan platform untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi.
Ke depannya, diharapkan acara serupa dapat menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang dan melibatkan lebih banyak stakeholder, baik dari dalam maupun luar kampus. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen, Unit Sinergi Kampus siap menjadi motor penggerak transformasi akademik dan inovasi di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Sebagai penutup, pesan yang dapat diambil dari acara ini sederhana namun kuat: generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa Sulawesi Tenggara, memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pengusaha, inovator, dan pemimpin di era digital. Diperlukan hanya kombinasi dari pengetahuan yang tepat, mentalitas kewirausahaan, dan dukungan ekosistem yang mendukung. Semoga acara ini menjadi titik balik bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat luas.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber dari Universitas Muhammadiyah Kendari pada 4-7 April 2026.