KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Sinergi Kampus terus membuktikan komitmennya dalam menghasilkan penelitian inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri lokal. Pada perkembangan terkini, serangkaian penelitian yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa menghasilkan terobosan teknologi ramah lingkungan yang dinilai memiliki potensi komersial tinggi bagi pengembangan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Penelitian-penelitian tersebut mencakup pengembangan material biodegradable dari limbah pertanian, sistem pengolahan air limbah industri dengan teknologi biofilter, dan aplikasi energi terbarukan untuk usaha kecil menengah (UKM) di sektor perikanan. Ketiga bidang penelitian ini menjadi fokus utama Unit Sinergi Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan dan inklusif.
Latar Belakang dan Visi Penelitian
Unit Sinergi Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari didirikan dengan visi menjadi jembatan penghubung antara akademisi, industri, dan masyarakat dalam menciptakan solusi inovatif untuk tantangan sosial-ekonomi lokal. Sejak didirikan tiga tahun lalu, unit ini telah menjadi inkubator berbagai penelitian yang menggabungkan teori akademis dengan aplikasi praktis di lapangan.
Direktur Unit Sinergi Kampus, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., menjelaskan bahwa penelitian-penelitian terbaru ini lahir dari identifikasi mendalam terhadap permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri di Kendari. “Kami percaya bahwa penelitian di universitas harus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan lokal. Tidak cukup hanya mempublikasikan di jurnal internasional, tetapi harus sampai ke tangan masyarakat dalam bentuk produk atau layanan yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Dr. Bambang dalam wawancara eksklusif di kantor Unit Sinergi Kampus, Rabu (2/4/2026).
Penelitian Material Biodegradable dari Limbah Pertanian
Salah satu penelitian unggulan yang tengah dikerjakan adalah pengembangan material biodegradable dari limbah pertanian, khususnya limbah kelapa sawit dan kakao. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Siti Nurhaliza, S.T., M.Eng., dari Program Studi Teknik Kimia, bersama dengan tim mahasiswa tingkat akhir yang terdiri dari 12 peneliti muda.
Material biodegradable ini dirancang sebagai pengganti plastik konvensional yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan serius. Dengan memanfaatkan limbah pertanian yang melimpah di Sulawesi Tenggara, penelitian ini tidak hanya mengatasi masalah sampah plastik tetapi juga menambah nilai ekonomi dari limbah pertanian yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
“Saat ini, kami telah berhasil mengembangkan formula dasar dan melakukan uji laboratorium dengan hasil yang sangat menjanjikan. Material yang kami hasilkan memiliki daya degradasi 85% dalam waktu enam bulan di kondisi lingkungan alami. Ini jauh lebih baik dibandingkan plastik konvensional yang membutuhkan ratusan tahun untuk terurai,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza dengan antusias.
Lebih lanjut, Dr. Siti menambahkan bahwa penelitian ini telah menarik perhatian beberapa perusahaan kemasan lokal yang berminat untuk mengkomersialkan hasil penelitian. “Kami sedang dalam tahap negosiasi dengan dua perusahaan untuk melakukan uji coba skala industri. Target kami adalah pada akhir tahun 2026 ini, produk biodegradable kami sudah bisa diproduksi secara massal dan tersedia di pasaran,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Sistem Pengolahan Air Limbah Industri dengan Teknologi Biofilter
Penelitian kedua yang tidak kalah penting adalah pengembangan sistem pengolahan air limbah industri berbasis teknologi biofilter. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Moh. Azis Arief, M.Sc., dari Program Studi Teknik Lingkungan, bersama dengan 15 mahasiswa yang terlibat dalam setiap tahap penelitian.
Teknologi biofilter yang dikembangkan ini menggunakan mikroorganisme alami untuk mendegradasi polutan dalam air limbah industri secara biologis. Sistem ini dirancang khusus untuk memenuhi standar baku mutu limbah industri yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan biaya operasional yang jauh lebih ekonomis dibandingkan teknologi pengolahan limbah konvensional.
Prof. Moh. Azis Arief menerangkan bahwa teknologi ini telah diujikan di tiga industri pengolahan hasil laut di sekitar Kendari dengan hasil yang sangat menggembirakan. “Dalam uji lapangan selama enam bulan, sistem biofilter kami berhasil menurunkan konsentrasi nitrogen hingga 78%, fosfor hingga 82%, dan bahan organik hingga 85%. Selain itu, biaya operasionalnya hanya sekitar 40% dari teknologi pengolahan limbah konvensional,” jelas Prof. Azis dengan menunjukkan data-data grafis di laptopnya.
Menurut Prof. Azis, penelitian ini memiliki implikasi yang sangat luas bagi industri perikanan di Sulawesi Tenggara yang selama ini berjuang untuk memenuhi standar lingkungan. “Dengan teknologi ini, perusahaan-perusahaan kecil dan menengah di sektor perikanan dapat memenuhi standar lingkungan tanpa harus mengeluarkan investasi yang sangat besar. Ini adalah demokratisasi teknologi lingkungan,” ujarnya.
Aplikasi Energi Terbarukan untuk UKM Sektor Perikanan
Penelitian ketiga berfokus pada pengembangan sistem energi terbarukan yang dapat diakses oleh usaha kecil menengah di sektor perikanan. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Hasanuddin, S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Mesin, melibatkan 18 mahasiswa dari berbagai program studi.
Sistem energi terbarukan yang dikembangkan ini menggabungkan teknologi panel surya, turbin angin skala kecil, dan sistem penyimpanan energi baterai lithium berkapasitas menengah. Seluruh sistem ini dirancang untuk dapat dipasang di atas kapal nelayan atau di lokasi usaha pengolahan ikan dengan investasi awal yang terjangkau.
“Nelayan dan pengusaha perikanan kecil kami di sini sangat membutuhkan alternatif energi yang lebih murah dan berkelanjutan. Listrik dari PLN sering tidak stabil, dan biaya bahan bakar diesel semakin melonjak setiap tahunnya. Dengan sistem energi terbarukan yang kami kembangkan, mereka dapat menghemat biaya operasional hingga 60% per tahun,” jelas Dr. Hasanuddin dengan penuh dedikasi.
Penelitian ini telah memasuki fase uji coba lapangan di lima lokasi usaha perikanan di Kendari dan sekitarnya. Respons dari para pengusaha perikanan sangat positif, dan beberapa di antara mereka telah menyatakan minat untuk mengadopsi teknologi ini secara permanen.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Irfan Wijaya, M.T., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Unit Sinergi Kampus dalam menghasilkan penelitian-penelitian inovatif ini. Prof. Irfan mengalokasikan anggaran khusus setiap tahunnya untuk mendukung penelitian yang memiliki potensi dampak sosial dan ekonomi tinggi.
“Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Unit Sinergi Kampus mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap misi menciptakan lulusan yang tidak hanya berprestasi akademis tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan. Saya bangga melihat dosen dan mahasiswa kami bekerja keras menghasilkan inovasi yang real dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Irfan dalam pertemuan dengan media, Selasa (1/4/2026).
Prof. Irfan juga menekankan bahwa hasil penelitian ini akan didokumentasikan dan disebarluaskan melalui berbagai saluran, termasuk publikasi ilmiah, seminar nasional, dan pameran inovasi. “Kami ingin memastikan bahwa penelitian-penelitian ini tidak hanya menjadi aset akademis kampus, tetapi benar-benar menjadi pengetahuan publik yang dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Industri dan Masyarakat
Salah satu kekuatan dari penelitian-penelitian yang dilakukan Unit Sinergi Kampus adalah adanya kolaborasi yang kuat dengan pihak industri dan masyarakat. Kolaborasi ini memastikan bahwa penelitian yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan dan memiliki potensi untuk diimplementasikan.
Ketua Asosiasi Pengusaha Perikanan Kendari, Bapak Achmad Suryanto, mengapresiasi tinggi penelitian-penelitian ini. “Kami selama ini merasa terisolasi dari kemajuan teknologi karena terbatasnya akses dan biaya. Kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Kendari membuka peluang bagi kami untuk mengakses inovasi teknologi tanpa harus mengeluarkan investasi yang terlalu besar di awal. Ini adalah partnership yang sangat bermakna,” kata Bapak Achmad dalam keterangan tertulis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ibu Dr. Nurlaela Hapsari, M.Sc., juga memberikan sambutan positif terhadap penelitian pengolahan limbah industri. “Penelitian ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Kami siap untuk memberikan dukungan regulasi dan pelatihan bagi industri yang ingin mengadopsi teknologi ini,” ujarnya.
Dampak dan Prospek ke Depan
Penelitian-penelitian inovatif yang dilakukan Unit Sinergi Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara. Secara langsung, penelitian-penelitian ini dapat membuka peluang bisnis baru, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, dan mengurangi beban lingkungan yang sudah mengalami tekanan serius.
Selain itu, penelitian ini juga merupakan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di kelas ke dalam konteks dunia nyata. Para mahasiswa yang terlibat tidak hanya mendapatkan pengetahuan praktis, tetapi juga mengembangkan soft skill seperti kerja tim, komunikasi, dan problem-solving yang sangat dibutuhkan di industri.
Sekretaris Unit Sinergi Kampus, Dr. Ir. Wahyu Pratamah, M.Eng., mengemukakan bahwa dalam enam bulan ke depan, Unit Sinergi Kampus akan meluncurkan tiga penelitian tambahan yang fokus pada optimalisasi pertanian berkelanjutan, pengembangan aplikasi digital untuk UKM, dan peningkatan kualitas pendidikan melalui teknologi pembelajaran berbasis artificial intelligence.
“Kami memiliki roadmap yang jelas untuk lima tahun ke depan. Tujuan kami adalah agar Unit Sinergi Kampus menjadi pusat inovasi dan inkubasi yang tidak hanya dikenal di tingkat regional tetapi juga nasional. Untuk itu, kami akan terus meningkatkan kapasitas peneliti dan infrastruktur penelitian,” kata Dr. Wahyu dengan penuh semangat.
Penutup
Penelitian-penelitian inovatif yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Sinergi Kampus menunjukkan bahwa akademisi memiliki peran krusial dalam mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan. Dengan menggabungkan keunggulan akademis, kemauan kolaborasi, dan komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa universitas dapat menjadi katalis perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Ke depannya, diharapkan penelitian-penelitian ini dapat segera ditransformasikan menjadi produk atau layanan yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan demikian, universitas tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
—
Narasumber:
– Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Irfan Wijaya, M.T. (Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari)
– Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc. (Direktur Unit Sinergi Kampus)
– Dr. Siti Nurhaliza, S.T., M.Eng. (Peneliti Material Biodegradable)
– Prof. Dr. H. Moh. Azis Arief, M.Sc. (Peneliti Teknologi Biofilter)
– Dr. Hasanuddin, S.T., M.T. (Peneliti Energi Terbarukan)
– Dr. Ir. Wahyu Pratamah, M.Eng. (Sekretaris Unit Sinergi Kampus)
– Bapak Achmad Suryanto (Ketua Asosiasi Pengusaha Perikanan Kendari)
– Ibu Dr. Nurlaela Hapsari, M.Sc. (Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. Sulawesi Tenggara)